Showing posts with label Ruang Pengetahuan Emas dan Perak. Show all posts
Showing posts with label Ruang Pengetahuan Emas dan Perak. Show all posts

Why Silver Stocks are Hot Now

/ Saturday, September 17, 2011 /
Commodity Online reported that higher silver prices and increased production have made silver stocks a lucrative investment.

The market news is quoted as saying:

Among the key stocks to watch for according to analysts are Coeur D’Alene (NYSE: CDE), First Majestic Silver (NYSE: AG), Silver Wheaton (SLW), Pan American Silver (PAAS), Silver Standard Resources (SSRI),Hecla Mining and Silver Corp. Coeur earned $58 million, or 65 cents a share, in the second quarter, up 230% from last year.

NEW YORK (Commodity Online): Silver stocks have gained investor interest in recent times as silver prices have doubled more than a year ago, helping major mining companies in the sector to report better financials.

Most silver miners are ramping up production to take advantage of the precious metal rally.

"Right now, silver producers as a group are making better margins than Gold producers as a group," according to Adam Graf, analyst with Dahlman Rose & Co quoted in Investors.com.

Among the key stocks to watch for according to analysts are Coeur D'Alene (NYSE: CDE), First Majestic Silver (NYSE: AG), Silver Wheaton (SLW), Pan American Silver (PAAS), Silver Standard Resources (SSRI),Hecla Mining and Silver Corp. Coeur earned $58 million, or 65 cents a share, in the second quarter, up 230% from last year.

Silver Wheaton (SLW) has a sound business plan, capable management, significant earning capacity and solid debt management, according to Bryce Till in Seeking Alpha.

"SLW’s three-year average pretax profit margin is slightly above 31% a great ratio which is higher than the industry average. What is even more impressive about SLW’s cash generation is its free cash flow as a percent of sales. Last year this ratio was above 43%!"

Pan American Silver (PAAS) sports a paltry debt-to-equity of 2.2%. That's much lower than that of other mining plays such as BHP (27.5%), Coeur d'Alene (NYSE: CDE ) (9.1%), and Vale (NYSE: VALE ) (32%).

Silver Standard Resources (SSRI) is riskiest of silver stocks according to Adam Graf of Rose & Co. "It has only one mine in operation, but it has the largest pipeline. Up to five potential new mines in Latin America could open between 2012 and 2015."

Most silver stocks have weakened in recent weeks with Coeur D'Alene falling from a high of $30.08 to $28.26, First majestic silver declinging from a high of $24.38 to $20.52, Silver Standard Resources falling from a high of $30.94 to $26.02 and Silver Wheaton falling from a recent high of $40.71 to $38.50.

PENTING Perhitungan Money Management Terbaik untuk Memulai Trading Gold dan Silver di InstaForex dan atau Marketiva

/ /
  • Untuk Trade Gold di Acc Standar InstaForex = Butuh Modal $ 1.000 USD untuk setiap kelipatan 0.01 lot Acc. Insta Standar (atau setara dengan 1 Qty. di Marketiva)
  • Untuk Trade Gold di Acc Cent Insta = Butuh Modal $ 500 USD untuk setiap kelipatan 0.10 lot
  • Untuk Trade Silver di Acc Standar Insta = Butuh Modal $ 500 USD untuk setiap kelipatan 0.01 lot Acc. Insta Standar (atau setara dengan 5 Qty. di Marketiva), dan
  • Untuk Trade Silver di Acc Cent Insta = Butuh Modal $ 250 USD untuk setiap kelipatan 0.10 lot
Cuma itu aja... Lalu Sistem Tradingnya ya seperti yang saya bilang dulu, yaitu Buy On Low - tanpa TP dan Tanpa SL.

Keterangan Lengkapnya, bisa nanya-nanya kepada saya DISINI.

Salam

Estimasi Menghitung Pendapatan Trading Gold dan Silver

/ Friday, September 16, 2011 /
Inilah teknik simple untuk menambah semangat trading Gold Silver.

Salah-satunya dengan mengetahui dan memahami besaran profit yang akan kita peroleh berdasarkan besaran lot dan nilai TP yang kita tradingkan di Broker InstaForex dan dapat pula diterapkan di Marketiva.



Download file excel nya di : http://www.4shared.com/file/i12rFwvC/estimasi-menghitung-pendapatan.html

Dengan catatan :
  • 0.01 lots Instaforex Standar (di Gold) = 1 Quantity Marketiva (di Gold)
  • 0.01 lots Instaforex Standar (di Silver) = 5 Quantity Marketiva (di Silver)

Update 15 Septermber 2011 - Catatan Penting - Trading Commodities (Gold and Silver)

/ Wednesday, September 14, 2011 /
Ini adalah Update terbaru (s/d) 15 Septermber 2011 - perihal catatan penting - Fundamental Dasar Mengenai Trading Gold Silver untuk Pemula (yoo seperti saya)

Sebagian besar bersumber dari thread Trading Commodity Gold dan sebagian kecil bersumber dari se-antaro jagat maya gold silver.

Semoga ada sedikit manfaat bagi Newbe Trader Gold Silver (seperti saya), Amin.


"Just Buy on Low and Hold it with your Huge Balance and your Best MM. It is The Key for Successful Gold and Silver Trading"

Tips Trading emas = buy terus gan, setiap ada koreksi, buy aja. Istilah kerennya Buy on Dips = Buy on Low

Control your Emotions. Trading is 95% psychological and 5% technical. Wait for the right conditions to open a trade or do not trade.

Perhitungan Money Management Terbaik untuk Memulai Trading Gold dan Silver di InstaForex dan atau Marketiva :
  • Untuk Trade Gold di Acc Standar InstaForex = Butuh Modal $ 1.000 USD untuk setiap kelipatan 0.01 lot Acc. Insta Standar (atau setara dengan 1 Qty. di Marketiva).
  • Untuk Trade Gold di Acc Cent Insta = Butuh Modal $ 500 USD untuk setiap kelipatan 0.10 lot.
  • Untuk Trade Silver di Acc Standar Insta = Butuh Modal $ 500 USD untuk setiap kelipatan 0.01 lot Acc. Insta Standar (atau setara dengan 5 Qty. di Marketiva), dan,
  • Untuk Trade Silver di Acc Cent Insta = Butuh Modal $ 250 USD untuk setiap kelipatan 0.10 lot.
Cuma itu aja... Lalu Sistem Tradingnya ya seperti yang saya bilang dulu, yaitu Buy On Low - tanpa TP dan Tanpa SL.

Download file itung2 ngan excell nya disini

MENGAPA TRADING EMAS AMAN ?
  • Harga EMAS selalu naik dari tahun ke tahun (kenaikannya sekitar 20 s/d 30 %)
  • Nilai EMAS tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi
  • Nilai EMAS tidak terpengaruh oleh inflasi. Semakin tinggi inflasi maka semakin tinggi kenaikan harga EMAS
  • Nilai EMAS tidak terpengaruh oleh keputusan pemerintah
  • Harga EMAS Sudah Diprediksi Para Ahli Ekonomi dan Keuangan Akan Naik Drastis
  • EMAS lebih di percaya daripada U$ dollar.

Sebenarnya spread emas di Insta itu cuma 10 dan perak cuma 4

Spread Emas di Instaforex adalah 100 pips (setara dengan $ 1 USD modal kita kalo kita maen lot 0.01 Acc Insta Standar)

1 Pips chart Insta (untuk chart emas) sebanding dengan 10 pips yang kita dapet nantinya (real-nya). Jadi ketika harga di chart harga emas naik 1 point/pips = 10 poin/pips ngaruh ke result kita-nya.

Modal yang diperlukan untuk memulai trading emas adalah $ 1.000 USD untuk per 0.01 lots Insta Standar.

Maksudnya adalah tiap kali OP kita nyiapin $ 1.000 USD (dengan lot 0.01), sehingga ketahanan margin (OP) kita tsb adalah sebesar 100.000 Pips... (wooowww.....).

Dengan catatan : Ini menggunakan Teknik Trading = No TP | No SL.

Note : Pergerakan Harian Gold adalah 500 s/d 5.000 pips. Ini setara dengan $ 5 USD s/d $ 50 USD) - (Selengkapnya ada di uraian di bawah ini).

Range Harian Emas adalah 500 s/d 1000 Pips (kalo pasar lagi sepi) dan atau 500 s/d 5.000 Pips (kalo pasar lagi rame)

Catatan :
  • 5.000 pips = 500 pips (terlihat di chart gold insta) setara dengan $ 50 USD uang beneran-nya (dengan memakai lot 0.01 standar insta).
  • Dengan begitu, 100 pips = 10-pips (terlihat di chart gold insta) setara dengan $ 1 USD (dengan memakai lot 0.01 standar insta).
  • Sehingga, Setiap OP Gold dengan lot 0.01 (insta Standar), maka uang kita otomatis di tarik oleh Broker Insta sebesar $ 1 USD (inilah spread gold)
  • Dengan begitu, BEP di Insta Gold akan tercapai jika kita memasang TP sebesar 100 pips ( atau 10 pips untuk chart insta)

India adalah Konsumen Emas Terbesar sedunia, selanjutnya adalah China.

Orang india (terutama para petani di pedesaan) membeli emas besar-besaran pada saat bulan-bulan festival dan musim perayaan pernikahan mereka yaitu di bulan Agustus s/d Oktober di setiap tahun-nya.

Pada Bulan Maret s/d Agustus = emas cenderung turun...tapi turunnya tak pernah lebih rendah dari harga terendah tahun lalu | dalam setahun, emas bisa turun hingga 300 dollar = 30.000 pip dan naik sekitar 20-30% dari harga tertinggi tahun lalu...

SEHINGGA, Bagi kita sebagai trader emas, adalah cukup bijak jika pada saat masuk bulan Agustus (di tiap tahun-nya) = kita nyari-nyari celah untuk mulai Buy Emas.

Dengan kata lain, Jika ingin Hold buy Emas, mulainya sebaiknya bulan agustus sampai Awal Januari | Jika lewat itu = agak2 riskan...walaupun potensi naik masih ada sampai maret.

Catatan lain :
  • Setiap bulan September sebenarnya Emas cenderung naik
  • Dengan kata lain, Bulan September s/d Desember = Musim Emas Naik

Pada tiap bulan Desember, terjadi penurunan emas, hal ini lebih disebabkan karena investor dah siap2 mau liburan, jadi semuanya melepas aset dan memilih uang cash.... (pada taking profit op2 buy gold-nya)

Negara Penghasil / Produsen Emas terbesar adalah Australia, makanya jika emas naek = Dollar Australia cenderung naik pula.

Sedkit koreksi : Sebenarnya yang paling besar produksi emasnya china terus afsel terus aussie...tapi produksi china ini selalu habis dibeli masyarakatnya dan harus impor...

Semakin banyak terjadi krisis ekonomi di dunia maka semakin bersinar harga emas

Selama Pemerintah masih menginginkan inflasi, selama itu pula emas akan naik... | kecuali pemerintah pengen inflasi 0, baru harga emas diem2 aja...

Inflasi yg diciptakan US dengan mencetak uang tanpa rem, maka dipastikan nilai emas semakin berkilau.

Pergerakan emas biasanya berkebalikan sama pergerakan usd,jadi misalkan usd turun biasanya emas akan naik dan sebaliknya,tapi kadang juga searah,tapi seringnya berlawanan arah.

Harga emas dipengruhi 2 hal : Dollar Index dan Demand... | kekuatan dollar AS mempengaruhi pergerakan emas, sebab emas dan dollar saling bertolak belakang...satu lagi, adalah kekuatan dari permintaan emas itu sendiri... | terutama dari India, karena India konsumen terbesar emas.....

Situs yang menurut saya bagus untuk Referensi Belajar Trading Emas adalah http://www.kitco.com

Emas itu ibarat gabus diatas ombak... | jadi, inflasi naik dia naik, inflasi rendah dia turun... | apalagi air lautnya ditambah ( baca : QE ) = Nyetak Uang lagi (Red:bahasa aku-nya) , makin tinggi gabusnya... | kita yang dipinggir pantai seolah2 melihat dia makin tinggi, padahal air lautnya yang naik....

Jika NFP dan angka Pengangguran jelek, dollar bisa dilepas lagi..., akibat ke pair emas = Lanjuuutt Bullish lagi...

Pada saat tulisan ini saya ketik, harga Emas ada di 1809.40 :

MAKA :

0.01 lot Insta Standar = kira2 18,09 dollar

Ngitungnya :

khan minimum op itu diambil dari (harga pasar dibagi 100)
jadi kalau nanti harga emas 2.000, nilai per 0,01 lot insta adalah 20.00 US Dollar

1 Qty di MV setara dengan 0.01 lotnya di MT4 Insta Standar untuk EMAS

5 Qty di MV setara dengan 0.01 lotnya di MT4 Insta Standar untuk PERAK

Emas itu mata uang, jadi dia bertindak selayaknya mata uang... | Sewaktu komoditas lain naik, maka ia menyesuaikan dirinya sendiri terhadap harga barang... | beda sama uang kertas yang diotak-atik supaya inflasi dari dulu.... | Emas bebas inflasi, karena ia tidak memerlukan siapapun untuk mendapatkan pengakuan.... | Kalo rupiah? dia butuh pengakuan dari pemerintah..kalo pemerintah bubar, rupiah yang di tangan tak lebih dari kertas sampah...

1 dinar (4,25gr emas 22K) bisa beli 1 ekor kambing yang bagus untuk kualitas kurban (Hal ini telah terbukti sejak Zaman Rasululloh s/d Sekarang)

1 dirham (2,975 gr pure silver ) bisa beli 1 ekor ayam = ayamnya ayam kampung yang normal ( setidaknya bahkan di kampung saya ini ketetapan masih akurat...subhanallah..) soalnya satu dirham pada saat tulisan ini di ketik = 66.000 idr dan harga ayam kampung di kampung saya ini 65.000 idr.

Emas itu mata uang/emas itu uang, pembanding terhadap nilai komoditas lain | kalo sekarang emas di rasa mahal, itu karena kita terus-terusan dijejali uang kertas yang makin turun terus nilainya.

1 ounce emas bisa beli 360 potong roti di zaman romawi kuno dan sampai sekarang masih bisa | 1 dinar emas bisa beli kambing dan tetap masih bisa beli kambing sampai sekarang.

Fahami yang satu ini : Bisa saja terjadi koreksi penurunan harga emas ketika data2 ekonomi AS membaik, jadi investor mulai masuk lagi ke pasar surat utang AS dan saham AS (dampak ke emas = melemah)

Salah satu risiko dari investasi emas di pasar berjangka adalah kita bisa rugi lebih dari modal kita, karena menggunakan margin dan leverage.

Untuk mengetahui Harga emas batangan Logam Mulia PT. ANTAM (Aneka Tambang) bisa anda lihat di http://logammulia.com/news.php?id=9

1 troy ounce emas = 31.1034768 gram emas | Untuk harga emas dengan berat lainnya silahkan kunjungi http://goldprice.org/gold-price.html

Rumusan harga emas :

Misal di harga comodity USD 1.600.00,

maka dalam rupiah = 1.600.00 x 8.500 / 31,1034 = 437.251,23 rupiah. Itu harga emas london pure 100%.

Tinggal tanya ke toko/pabrik, kadarnya berapa % ato karat. Kalao dalam perhitungan karat, maka 24 karat = 100 %.

Klik disini untuk info detail perihal : Menghitung Harga Emas per Gram.xls

Emas yg beredar di indonesia ada 3 jenis: | - London Gold | - Lokal (berkadar 99%) | - CT (harganya lebih murah 1.000 rupiah per gram).

Emas - Kalo udah jadi perhiasan, harus dihitung karat atau kadarnya, kemudian ditambah sekitar 5% - 10% buat ongkos-2 produksinya. Kalo beli lantakan CT hitungannya seperti di atas. Agan2, paling rugi kalo nyimpen perhiasan, karena ketika beli kena ongkos produksi, ketika dijual kena biaya ongkos produksi lagi.

Hati-hati, Emas = bukannya tidak akan turun gan..., fluktuasi naik turun dalam jangka pendek tentu ada.. tapi kalo secara jangka panjang kecenderungannya naik,,,

Saya sudah Trading di Gold ma Silver... jauh lebih Mudah dan Aman

Dengan banyaknya uang hasil dari QE 1 dan 2, maka harga emas tidak mungkin bisa turun sampai ke level (1400) karena pada musim bullish, turun 10 dollar aja langsung diserbu balik.... jangan sampai ketinggalan kereta loh gan...

Beberapa Bank Besar memang selalu memasang option short untuk komoditas tertentu... kalau kita seorang investor di logam mulia (emas) tentunya harga bukan penghalang untuk buy karena kita sudah tahu fundamental yang sebenarnya...

Seberapa besarpun emas yg dilepas bakalan hilang seperti ditelan bumi, siapa lagi kalau bukan China yg terus menerus mempermainkan harga, seandainya saja China melepas backup emasnya bakal drop harga emas, plus kalau amerika melepas 40% stok emasnya bakal terjun bebas harga emas.

Kalau USD dollar turun, otomatis emas jadi naik

Karena pasar komoditas buka 1 jam lebih lama dari pasar mata uang, dari pasar mata uang kita bisa prediksi.. | jika senin besok mata uang naik tajam maka hal yng sama bakal terjadi ke emas.

Misalnya : aud-usd Bullish = Emas Bullish juga (tetapi tidak selamanya demikian = tetap waspada)

Daftar Link Penting Trading Emas Perak (hanya untuk Pembelajaran sahaja) :

Alhamdulillah, SELESAI.

Semoga ada sedikit manfaatnya buat kita semua = Para Trader Newbee Gold Silver

Ayahama

Wallohu 'Alam....

Salam

Bila Rupiah (Terus) Melemah

/ /
Oleh Muhaimin Iqbal
 

Rabu, 14 September 2011

Bagi yang mengamati harga Dinar/Emas hari ini, barangkali Anda terkejut dengan kenaikannya yang mencapai sekitar Rp 50,000/Dinar pada harga siang - padahal harga emas internasionalnya lagi menurun. Ini tidak lain karena melemahnya Rupiah yang terus berlanjut yang terjadi sejak dua hari lalu. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, Rupiah menyentuh angka Rp 8,950/US$ di pasar internasional yang juga dapat diikuti di rate yang kami tampilkan secara real time di situs ini. Mengapa kok tiba-tiba Rupiah melemah ?.

Masalah bahwa Rupiah akan melemah ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena dalam situasi krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju saat ini – Indonesia pasti kena dampaknya. Demand import mereka menurun – maka export Indonesia juga akan menurun. Pasar yang mengecil diperebutkan banyak pemain, yang tidak kuat pasti juga akan mendapatkan kue pasar export yang lebih kecil.

Bahkan bila Rupiah tetap perkasa, kemungkinan memperoleh kue export-nya akan lebih kecil lagi karena produk-produk kita menjadi kurang bersaing. Jadi penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang memang lagi mulai menguat ini – lihat grafik dibawah, tidak sepenuhnya buruk bagi ekonomi Indonesia.

Currency Trend IDR, USD, JPY and EUR

Bagi Anda yang terbiasa membeli produk import atau produk-produk yang nilainya mengikuti pasar internasional , tentu akan Anda rasakan produk-produk tersebut semakin mahal.

Salah satunya ya emas atau Dinar ini !. Bila Rupiah melemah sampai Rp 9,500/US$ - yang saya anggap masih wajar mengingat situasi ekonomi global saat ini – maka pada kisaran harga emas yang terjadi sebulan terakhir saja – harga Dinar akan bisa mencapai lebih dari Rp 2,500,000 per Dinar, dan harga emas lebih dari Rp 600,000/gram.

Lebih detilnya Anda dapat lihat pada table dibawah untuk melihat kemungkinan-kemungkinannya – yaitu harga Dinar pada perbagai tingkat harga emas dunia dan perbagai tingkat nilai tukar. Wa Allahu A’lam.

Dinar at Various Exchange Rate and Intl. Price

Gadai Emas Bank Syariah Naik Berlipat

/ Tuesday, September 13, 2011 /
Solo, CyberNews. Kenaikan harga emas beberapa waktu belakangan membuat banyak orang beramai-ramai berinvestasi dengan instrumen tersebut. Tidak terkecuali di sejumlah bank syariah, transaksi gadai emas mengalami kenaikan berkali lipat.

Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri (BSM) Solo, Edhi Mulyono memaparkan sejak Agustus permintaan gadai emas menunjukkan peningkatan. Hal ini seiring dengan pergerakan harga emas yang terus naik. Bahkan, lantaran semakin banyaknya jumlah dan nilai transaksi, target pembiayaan gadai selama tahun ini sebesar Rp 35 miliar sudah terlampaui.

"Dibanding dengan transaksi pada Juli, ada peningkatan nilai transaksi sebesar 2,5 kali lipat pada Agustus. Ini membuat target pembiayaan gadai kami selama setahun sudah terlampaui," papar dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/9).

Kendati demikian, pihaknya memastikan komposisi pembiayaan gadai emas masih terkontrol. Pembiayaan gadai hanya menyumbang 11 persen dari total pembiayaan di bank tersebut. Saat ini, pihaknya memiliki hampir 800 nasabah gadai emas.

Edhi menambahkan, motif nasabah menggadaikan emas saat ini lebih banyak atas dasar investasi. Bukan lantaran kebutuhan akan uang tunai. Nilai tunai yang didapat nasabah BSM dari gadai adalah sebesar 90 persen dari nilai taksir emas. Hanya emas dengan kadar di atas 16 karat yang bisa diterima untuk digadai.

"Investasi dengan emas memang lebih menjanjikan dibanding dengan deposito. Sebab nilai emas dari waktu ke waktu akan terus naik," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Penyelia Layanan Nasabah BNI Syariah Cabang Solo, Sri Darini Rahmawati.

Tanpa menyebut besarnya, nilai transaksi gadai emas selama Agustus naik dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

"Setelah itu sudah terlampaui, kami akan setop gadai emas. Bagaimanapun, kami adalah bank, produk utamanya bukan gadai," tambahnya.

Dia menambahkan, akibat booming gadai emas, banyak spekulan bermunculan. Mereka biasanya menggadaikan emas dalam tempo yang pendek namun berulang-ulang. Tidak hanya itu, saking banyaknya peminat gadai emas, dia mendengar banyak nasabah mulai kesulitan mencari logam mulia, terutama produksi PT Aneka Tambang (Antam).

"Mungkin, banyak toko emas mulai menahan produk mereka untuk melihat situasi, sehingga emas agak susah dicari di pasaran," tukasnya.

( Astuti Paramita / CN34 / JBSM )

Konsumen mencari alternatif lain selain emas

/ /

Update Berita dari Reuters untuk Perak

Konsumen mencari alternatif lain selain emas

Reuters - Terjadi peningkatan besar dalam penggunaan perak, perunggu, kayu hitam dan plastik sebagai perhiasan karena harga emas melonjak. Hal ini diungkapkan oleh pembuat perhiasan di sebuah pameran perdagangan internasional.

Harga emas telah mencapai rekor tinggi tahun ini, naik sekitar 30 persen karena ekonomi yang melemah di negara-negara besar dan kekhawatiran atas krisis utang Eropa mendorong investasi dalam aset safe haven.

Harga tinggi telah mengubah emas dari segmen menengah-rendah dan harga pasar perhiasan barat, dengan logam lain atau gadget alternatif, menggantikannya sebagai hadiah kecil bernilai 100-300 euro, kata para pejabat industri.

“Pada harga emas saat ini, tingkat perhiasan emas telah benar-benar menghilang,” kata David Lamb, managing director untuk perhiasan di industri Emas yang didanai World Council (WGC), Reuters menjelang adil.

Perak yang berada di bawah $ 42 per ons jauh lebih diterima banyak konsumen daripada emas sekitar $ 1.860.

“Itu membuka jendela bagi kita. Perhiasan perak menjadi lebih diinginkan konsumen, “kata Franco
Pianegonda, kepala pembuat perhiasan perak Italia kelas atas kepada Reuters.

Penjualan Pianegonda telah meningkat 10 persen tahun ini, katanya.

Di pasar Italia, produksi perhiasan perak buatan tangan Adam & Martucci mengatakan penjualan barang dengan harga ritel 50-400 euro naik 50 persen tahun ini.

“Kami menawarkan perhiasan alternatif … Sekarang kita telah membuat langkah penting, kita telah memasuki toko-toko perhiasan bergengsi, “kata Cristina Paina Adam & Martucci.

Perunggu juga semakin populer, terutama di kalangan konsumen muda,diungkapkan oleh peserta pameran.

Gelang dan cincin perunggu harga 20-30 euro telah melihat permintaan yang kuat, kata Barbara Borri dari Richline Internasional, bagian dari investor miliarder AS Warren Buffett Berkshire Hathaway.

Di antara bahan lain, titanium, logam kecil yang digunakan dalam industri kedirgantaraan dan kacamata, merupakan pilihan yang semakin populer untuk perhiasan karena jauh lebih murah dan lebih ringan daripada emas dan logam berharga lainnya.

Bahkan perhiasan Italia telah memotong penggunaan emas baik dengan membuat potongan yang ringan atau beralih ke emas 9 karat bukan yang tradisional 18-karat logam.

Pimpinan Perhiasan Italia ,Ititoli, dikenal terutama untuk potongan platinum, telah meluncurkan koleksi eksperimental besar, cincin yang berat dengan batu mulia tetapi menggunakan sembilan karat emas untuk pertama kalinya, bertujuan untuk melunakkan pukulan bagi kantong konsumen, kata Ititoli yang Dario Ramerini.

Raffaella Ricci, desainer perhiasan emas dan kayu hitam dengan elemen berlian, mengatakan bahwa koleksi baru tanpa emas memungkinkannya untuk memotong harga secara tajam. Cincin kayu hitam dengan elemen berlian memiliki harga $ 300 bukan $ 1,200-1,300 euro untuk cincin yang sama dengan elemen emas.

“Pasar sedang sulit. Jadi orang-orang melakukan percobaan, menawarkan pilihan baru, “kata Ricci.

The Day the Dollar Died (detik-detik kematian US Dollar)

/ Sunday, September 11, 2011 /
Ruang Pengetahuan - Gold Silver Fundamental

Cuplikan Artikel ini adalah Untuk Keperluan Pendidikan saja

The Day the Dollar Died (detik-detik kematian US Dollar)

Lebih dari dua tahun lalu tepatnya dalam tulisan saya tanggal 28 Oktober 2008 , saya mengutip ‘draft pidato’ Presiden AS pada malam pembubaran US$ yang dipersiapkan oleh Gold Anti Trust Action Committee (GATA).

Senada dengan ini bulan lalu National Inflation Association (NIA) – lembaga sosial yang misinya menyiapkan warga negara Amerika dalam menghadapi hyperinflasi di negeri itu – me-release sebuah clip film fiksi yang menakjubkan tentang detik-detik kematian US Dollar.

Meskipun ini adalah sebuah fiksi, namun karena dibangun dengan logika ekonomi yang memang sudah berjalan selama ini – maka bisa saja hal ini benar-benar terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bagi yang akses internetnya cukup baik, Anda bisa langsung nonton clip film dengan judul The Day the Dollar Died tersebut dengan click disini.

Menurut cerita si penulis scenario clip film tersebut, US Dollar akan mati dalam 12 jam mengikuti sequence yang sangat masuk akal berikut :

1) Quantitative Easing 4

Kita tahu bahwa sampai saat ini the Fed-nya Amerika sudah sampai melakukan Quantitative Easing 2 (QE 2). Karena mereka merasa tindakan penyelamatan ekonomi dengan mencetak uang dari awang-awang ini adalah tindakan yang benar, maka sangat mungkin mereka akan melakukan QE 3, QE 4 atau bahkan QE-QE berikutnya.

2) Response China

Sebagai negara yang memegang asset berupa surat hutang dalam US$ yang terbesar, cepat atau lambat toleransi China pasti akan ada batasnya juga – bahwa pada suatu titik mereka tidak akan bisa menerima lagi penurunan nilai asset yang terus menerus terjadi bersamaan dengan serangkaian QE yang dilakukan oleh pihak Amerika. Batas titik toleransi ini diperkirakan hanya akan sampai QE 4, artinya dua kali lagi Amerika melakukan QE – China sudah tidak akan mempercayainya lagi dan China akan berhenti membeli surat-hutang dari Paman Sam tersebut.

3) Response Wall Street dan Main Street

Ketidak percayaan China terhadap Dollar dan ekonomi Amerika akan memicu jatuhnya saham di Wall Street yang merupakan icon ekonomi Amerika. Kejatuhan Wall Street akan membuat panik masyarakat awam yang mulai menyadari bahwa ekonomi negeri itu sedang runtuh – dan mereka akan menyerbu toko-toko dan supermarket untuk memborong barang-barang kebutuhan – baik yang benar-benar perlu maupun yang kurang perlu sekalipun. Ini akan mirip kejadian seperti di Indonesia di awal krisis 1997 dimana masyarakat berebut membeli susu, mie instant , minyak goreng dlsb. karena kawatir barang-barang kebutuhan pokok tersebut akan menghilang dari pasar.

4) Goal Bunuh Diri the Fed

Kepanikan pasar dan masyarakat akan di response dengan senjata (satu-satunya ?) yang dimiliki the Fed selama ini – yaitu memberikan stimulus ekonomi (lagi) berupa uang baru dari awang-awang yang sangat besar jumlahnya. Hal ini akan membuat kepanikan lebih jauh karena seluruh dunia menjadi tidak lagi percaya pada US$ yang dengan begitu mudah-nya dicetak atau digelembungkan jumlahnya.

5) OPEC Yang Mengakhiri US$

Setelah semua pihak, baik di dalam maupun diluar negeri tidak ada lagi yang bisa mempercayai US$ - tidak ada lagi yang mau menggunakan US$ ; maka kini giliran Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) – yang merupakan salah satu pengguna US$ terbesar dan yang selama ini sangat loyal – pun akhirnya akan mengakhiri penggunaan US Dollar dalam perdagangan minyaknya. Penghentian penggunaan US$ oleh OPEC ini ibarat pencabutan selang bantuan nafas – bagi pasien US$ yang lagi sekarat – maka berakhirlah usia US$ setelah pencabutan ini.

Menurut NIA, rangkaian peristiwa matinya US$ tersebut akan berlangsung dengan sangat cepat selama 12 jam saja – pada hari ke 19 di bulan Desember 2012.

Percayakah Anda dengan fiksi ilmiah ini ?, tidak juga perlu terlalu dipercayai sepenuhnya.

Namun bahwa karena peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam sequence tersebut sangat mungkin terjadi – adalah benar adanya.

Oleh karenanyalah kita juga tidak perlu terlalu mengandalkan US$ baik untuk kebutuhan kita pribadi, maupun untuk menyimpan asset negeri ini.

Wa Allahu A’lam.

Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an ?

/ /
Saya pernah menulis tentang Misery Index atau Index Kesengsaraan suatu negara yang diukur dengan empat komponen yaitu Inflasi, Pengangguran, Interest Rate dan GDP. Kali ini saya ingin meng-elaborate salah satu dari unsur yang menyengsarakan rakyat tersebut yaitu inflasi.

Banyak cara untuk mengukur inflasi, namun di negara maju sekalipun data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya. Di Amerika misalnya yang menganggap dirinya paling transparan, data inflasinya dibantah oleh seorang kakek-kakek John Williams dari Shadow Government Statistics.

Ada data inflasi yang sebenarnya tidak bisa berbohong yaitu harga barang yang satu dibandingkan dengan barang yang lain yang bersifat baku.

Yang selalu kita contohkan disini adalah harga emas 1 Dinar (4.25 gram) terbukti stabil cukup untuk membeli seekor kambing selama lebih dari 1400 tahun. Jadi harga emas ini bisa untuk mendeteksi apakah suatu negara mampu mengendalikan inflasi atau tidak, bila negara tidak bisa mengendalikan inflasi – maka negara tersebut tidak akan bisa memakmurkan rakyatnya – lihat di tulisan saya mengenai Misery Index tersebut  untuk detilnya.

US Gold Price For 100 Years

Contoh konkrit dari korelasi antara harga emas dengan inflasi yang juga merupakan indikator kemakmuran ini dapat dilihat di sejarah harga emas di Amerika 100 tahun terakhir seperti dalam grafik diatas.

Sampai tahun 1971 ketika harga emas dipatok pada nilai US$ 35/Oz (US$ 21/Oz sampai 1930) – rakyat seharusnya cukup makmur karena daya beli uang mereka tetap.

Namun perhatikan setelah tahun 1971 ketika negeri itu tidak lagi mengkaitkan pencetakan uangnya dengan emas; inflasi langsung melonjak dan puncaknya tahun 1980 ketika negeri itu berada dalam keterpurukan yang serius yang ditandai dengan inflasi yang mencapai angka 13.2%.

Yang menarik adalah negeri itu pernah berhasil mengendalikan inflasi ini dengan sangat baik yaitu ketika Presidennya Ronald Reagan. Tiga tahun diawal pemerintahannya dia berhasil menurunkan tingkat inflasinya menjadi tinggal 3.2% saja.

Anda bisa perhatikan dari grafik diatas bahwa puncak inflasi bersamaan dengan puncak harga emas tertinggi tahun 80-an yaitu US$ 615/Oz; keudian awal penurunan harga emas dimulai dari keberhasilan Reagan mengendalikan inflasi ini.

Diawali dengan kemampuan pemerintah AS mengendalikan inflasi ini, harga emas terus turun dan mencapai titik terendahnya tahun 2001 ketika harga emas tinggal hanya US$ 278/Oz saja.

Pertanyaannya adalah, kalau harga emas dalam US$ pernah begitu lama mengalami penurunan (bearish) – mungkinkah ini akan terjadi kembali kedepan diawali dengan era Obama sekarang ?.

Saya berpendapat hal ini kecil sekali kemungkinannya terjadi, karena Obama dan pemerintahan dunia saat ini tidak melakukan empat hal esensial yang dilakukan oleh Reagan yaitu :

1) Di awal pemerintahannya Reagan mencanangkan pemotongan pajak untuk merangsang investasi, tumbuhnya enterpreneurship dan membangkitkan etos kerja. Kita tahu kemudian dalam sejarah bahwa raksasa-raksasa industri teknologi tumbuh pesat saat itu dan mereka tetap ada sampai sekarang.

2) Langkah kedua adalah menghilangkan unnecessary cost on the economy. ( Kita perlu belajar banyak dari langkah kedua ini bila kita ingin bangun dari keterpurukan kita saat ini yang dalam skala dunia berada di urutan 122 dari 183 negara dalam hal kemudahan berusaha.)

3) Mengendalikan anggaran belanja pemerintah. (Lagi –lagi dibidang ini kita juga perlu belajar; ketika kita lagi terpuruk ya jangan membeli mobil baru yang mahal untuk para pejabat, jangan memekarkan daerah karena akan menambah beban negara, jangan memperbanyak Pilkada, Pileg , Pilpres dlsb. yang semuanya berdampak pada beban biaya yang harus ditanggung rakyat.)

4) Yang keempat Reagan mencanangkan anti-inflation monetary policy yang kemudian terbukti ampuh menurunkan tingkat inflasi tinggal seperempatnya saja hanya dalam waktu 3 tahun.

Empat hal tersebut diatas tidak dilakukan oleh pemerintahan Obama sekarang dan negara-negara lain yang senangnya meniru apa yang mereka lakukan, kini mereka mendapatkan guru yang…berdiri, maka muridpun….berlari.

Harga emas yang menjulang selama dasawarsa terakhir belum ada tanda-tanda berakhir, karena ini juga cerminan inflasi yang sesungguhnya dari uang kertas maka rakyat di seluruh dunia harus mulai berikhtiar sekuat tenaga untuk bisa memakmurkan diri dan keluarganya karena policy pemerintahnya masing-masing nampaknya tidak atau belum akan membawa kemakmuran bagi mereka dalam waktu dekat.

Saya bisa saja keliru....

Wallohu 'Alam (hanya Alloh SWT Yang Maha Tahu Masa Depan)

Salam.

Bagaimana Caranya Mengetahui Apakah Harga Emas Masih Wajar Ataukah Sudah Kemahalan?

/ /
Selama hampir 4 pekan ini, harga emas dunia terus mengalami kenaikan yang sering disebut oleh media sebagai ‘memecahkan rekor baru’.

Sebagian besar dari kita mungkin mulai mengeluh bahwa harganya makin tidak terkejar dengan budget yang kita punya.

Sebagian yang lain mungkin juga mulai ‘menghibur diri’ dengan beropini bahwa harga emas tengah mengalami bubble, sudah terlalu ketinggian, tentu dengan harapan harga emas akan mengalami penurunan dan kita bisa mulai belanja emas kembali.

Sebagai info, tanggal 24, 25 dan 26 Agustus 2011 kemarin harga emas sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Harga dasar emas yang dikeluarkan oleh Antam pada 23 Agustus 2011 adalah 534rb/gr, pada 24 Agustus menjadi 516rb/gr, pada 25 Agustus menjadi 492rb/gr dan pada 26 Agustus kemarin menjadi 496rb/gr.

Selalu ada waktu dimana harga emas mengalami penurunan.

Namun ternyata harga yang kita sebut turun tadi ternyata masih jauh lebih besar dibandingkan harga dasar emas pada akhir Juli 2011 yang berkisar 450rb/gr.

Kembali ke pokok bahasan, benarkah harga emas saat ini sudah terlalu tinggi? Bubble? Adakah cara untuk menginvestigasi harga emas, sudah ketinggiankah ataukah masih bakal terus naik lagi?

Secara sederhana untuk menginvestigasi apakah harga emas sudah terlalu tinggi untuk dibeli ataukah memang sudah sewajarnya seperti ini, saya melakukan perbandingan harga dinar dengan harga kambing/domba yang baik untuk kurban.

Lho kok dibandinginnya dengan kambing/domba?

Ini memang cara sederhana dan nampak tidak ilmiah, namun saya berpatokan bahwa kekuatan dinar dari sejak zaman Rosulullah SAW sampai hari ini dan insya Allah sampai hari akhir nanti selalu bisa digunakan untuk membeli seekor kambing/domba yang baik untuk kurban.

Sehingga kita bisa menggunakan dinar dan kambing ini sebagai timbangan sederhana.

Jika harga dinar sudah terlalu tinggi dibandingkan harga kambing, maka lebih baik jual dinar kita dan belikan kambing. Begitupun sebaliknya.

Harga dinar hari ini sekitar 2.2jt, masih cukup wajar untuk bisa ditukarkan dengan seekor kambing/domba yang sangat baik untuk kurban.

Lain soal jika harga dinar hari ini di atas 3jt, maka mungkin lebih baik kita jual dinar kita dan kita belikan kambing.

Cara lain (yang lebih ilmiah) untuk menginvestigasi apakah harga emas sudah terlalu tinggi adalah dengan menggunakan persamaan Bretton Woods, seperti yang diajarkan oleh pak Muhaimin Iqbal dari GeraiDinar.

Persamaan ini menyebutkan:
The Value of Money = Monetary Base : Official Gold Holdings

Monetary Base adalah uang yang beredar plus cadangan (reserve). Reserve adalah uang bank yang ada di bank sentral dan uang yang ada di brankas perbankan.

Official Gold Holdings adalah cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral sebuah negara.

The Value Of Money adalah nilai sebuah mata uang diperbandingkan dengan emas.

Kita akan coba hitung nilai USD yang ‘sesungguhnya’ dengan menggunakan persamaan tersebut.

Untuk data monetary base kita gunakan data terakhir dari Shadows Government Statistics.

Dari grafik di atas kita dapatkan USD monetary base adalah sekitar USD 2.6 trilyun.

Untuk data official gold holdings, kita gunakan laporan terakhir dari World Gold Council, dimana disebutkan cadangan emas Amerika sebesar 8133.5 ton atau sekitar 261juta Oz.

Perhitungannya menjadi begini:

The Value of Money (USD) = 2.600.000.000.000 / 261.000.000 = 9961.6 USD/Oz.

Apa yang bisa kita simpulkan dari hasil perhitungan ini?

Sederhana saja, harga emas bisa kita sebut sudah ketinggian jika angkanya telah melampaui 9961 USD/Oz dan baru layak disebut emas telah mencetak rekor baru!

Harga emas hari ini memang nampak tinggi, namun ternyata puncak pendakian masih jauh di atas sana.

Bagaimana dengan IDR (rupiah)? Ya kira-kira tidak beda jauh, lha wong satu guru satu ilmu.

Wallahu’alam.

Banyak Emas Tetapi (Terancam) Bangkrut, Kok Bisa…?

/ Friday, September 9, 2011 /
Oleh Muhaimin Iqbal

Jum'at, 09 September 2011

Seolah ada ironi besar pada ekonomi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini, yaitu negeri pemegang cadangan emas terbesar dunia (Amerika) yang juga bisa menjadi epicentrum dari gempa financial yang dapat meruntuhkan kapitalisme itu sendiri.

Banyak yang mengira bahwa Amerika yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar di dunia (8,133.5 ton) akan dapat selamat dari krisis hutang yang memuncak bulan lalu, ternyata kenyataannya tidak.

Cadangan emas mereka terlalu kecil untuk dapat menutup hutang-hutangnya yang menggunung, berikut adalah penjelasan saya untuk merespon banyaknya pertanyaan mengenai hal ini.

Untuk penjelasannya, saya menggunakan data sekunder dari empat sumber yaitu IMF, World Gold Council , BI dan CIA Fact Book. Hasilnya saya tabulasikan secara sederhana pada table dibawah.

Gold, Debt and Reserve (tabel tidak saya tampilkan) silahkan merujuk kesini.



Gold, Debt and Reserve

Amerika memiliki cadangan emas terbesar dunia yaitu 8,133.5 ton atau kurang lebih setara dengan sekitar US$ 484 Milyar dengan asumsi harga emas saat ini US$ 1,830/Ozt. Ini kurang lebih setara dengan 338.46% foreign exchange reserve mereka, di datanya CIA atau IMF diperkirakan hanya 74.7 % dari reserve karena harga emasnya belum di revaluasi sesuai harga yang up to date.

Dibandingkan dengan reserve mereka seolah cadangan emas ini memang sangat besar, namun angka cadangan emas yang sangat besar ini ternyata sama sekali tidak memadai dibandingkan dengan hutang mereka yang berada di angka US$ 13.98 trilyun.

Cadangan emas mereka ini bila dipakai membayar hutang hanya cukup untuk membayar 3.46 % dari hutang mereka !. Bahkan bila ditambahkan dengan reserve-nya, Amerika hanya bisa melunasi 4.48% dari hutangnya dengan seluruh emas yang dimiliki plus foreign exchange reserve-nya.

Sebagai pembanding, kita dapat lihat apa yang dimiliki China. Memang China baru memiliki 1,054.10 ton cadangan emas atau kalau di Dollar-kan hanya sekitar US$ 62.7 Milyar, ini kurang lebih hanya setara dengan 1.96 % dari reserve China yang luar biasa besar mencapai US$ 3.2 trilyun. China juga memiliki hutang, tetapi hutangnya sangat kecil relative bila dibandingkan dengan reserve yang dimilikinya. Dengan cadangan emas yang dimiliki plus reserve-nya, China mampu membayar 8 kali (802 %) dari external debt-nya !.

Lantas bagaimana dengan kondisi negeri kita ?. Kita hanya memiliki sekitar 73.1 ton cadangan emas atau dengan harga saat ini kurang lebih setara dengan US$ 4.3 Milyar, ini juga setara dengan 3.49 % dari reserve kita. Bila ini kita pakai untuk membayar hutang, maka hanya cukup untuk membayar 2.22% dari nilai hutang.

Tetapi karena reserve kita yang lumayan besar yaitu US$ 124.6 Milyar, reserve ini cukup untuk membayar sekitar 63.5 % dari hutang kita. Bila digabung dengan cadangan emas, maka kita mampu membayar sampai sekitar 65.7 % dari external debt negeri ini.

Jadi dari perbandingan tiga Negara tersebut, kita bisa melihat bahwa China sungguh perkasa meskipun emasnya sangat sedikit dibandingkan dengan Amerika. Sebaliknya Amerika meskipun cadangan emasnya terbesar, kemampuannya untuk membayar hutang seandainya digunakan seluruh cadangan emas plus reserve-nya-pun – sungguh-sungguh sangat tidak memadai. Itulah sebabnya Amerika menjadi salah satu potensi epicentrum runtuhnya ekonomi kapitalisme global yang sangat serius untuk saat ini.


Untung kita orang Indonesia, kita tidak seburuk Amerika meskipun sangat jauh dibawah China. Cadangan emas dan devisa kita memang belum memadai untuk membayar hutang, tetapi kita masih bisa setidaknya berkomitmen untuk berhenti berhutang dan mulai kerja keras untuk meningkatkan produktifitas – kita masih memiliki harapan untuk bisa mencukupi kebutuhan anak cucu kita kedepan dan tidak meninggalkan mereka dalam kondisi yang lemah. InsyaAllah !.

Kesimpulannya adalah :

Selama US Dollar masih berlaku dan Selama Amerika tetap menjadi Negeri Penghutang, maka Emas Perak akan terus naik (dalam time frame besar).

Wallohu A'lam.

Salam

Will Gold Hit $2000 by 2012?

/ /
By Melissa Pistilli—Exclusive to Gold Investing News

Many a wide-eyed gold bug caught a glimpse of their favorite metal jumping over the psychologically (and technically) important $1,200 an ounce level Wednesday morning. I say a “glimpse” because those who blinked may have missed it.

But the blip still managed to register on the radar screen long enough to get every gold enthusiast hot and bothered about a possible return to the highs enjoyed earlier in the year, if not a jump into the stratosphere.

After a nearly 5 percent price loss last month, the gold market was understandably hungry for some good news. And this week offered plenty of nibbles large enough to feed double digit gains, with gold rising 2.2 percent in the five prior sessions. Wednesday’s gains put the yellow metal on track for its longest advance in nearly nine months.

Two of the most bullish factors at play in the gold market are the expectation the US Fed Reserve may lean on more inflation-stoking quantitative easing measures, and news that China is seeking to expand its gold market.

Earlier in the week, the Wall Street Journal, without naming sources, suggested the Fed was set to use the cash it will receive from its matured mortgage-bond holdings to purchase new mortgage or Treasury bonds.

The report sparked fresh inflation fears, and sent the dollar down, which served gold prices well.

“The more debt the Fed buys, the lower interest rates will be and the more money there will be in circulation,” noted The Street’s Alix Steel.

“Already the yield on the 10-year Treasury note, a benchmark, is less than 2.91%. One fear is that this move will lead to a devalued dollar, which hit an eight-month low against the yen on Tuesday, and a lack of confidence in the U.S. economy.”

The concern is the Fed will resort to such measures in the face of sure signs economic recovery has stalled.

Many are holding their breath awaiting Friday’s unemployment numbers, which are expected to be rather weak.

The Peoples Bank of China announced this week it will allow more commercial banks to import and export gold as well as to participate in trading at the Shanghai Gold Exchange, which the market viewed as an indicator of rising Chinese demand.

“Suggestions from the PBOC that they would develop a gold loan market and indications that they have also decided to expand their physical gold market seems to give gold fresh credence as a financial instrument inside China,” said Jaime Greenough, futures representative at Global Securities, in a note.

“Behind India, China is the second-largest physical consumer, therefore any step to integrate, liberalize, and expand this market should, in time, foster a rising appetite for gold,” UBS analyst Edel Tully commented.

Price Forecasts

It’s safe to say that in no other market do the Bears and the Bulls butt heads as often as in the gold market, where interpretations of the events shaping prices vary widely from bare bones and boring technical analysis to the stuff of international spy novels dripping with dark cabals and wild conspiracy theories. So, it should be of no surprise that price forecasts from the market’s analysts can vary in ranges wider than the Grand Canyon.

London-based commodity brokerage firm Natixis believes gold’s supply/demand fundamentals are too poor to justify current price levels let alone much higher advances. In fact, it sees price levels dropping to around $1,050 an ounce in the fourth quarter with further drops to as low as $950 an ounce into 2011 with highs of $1,150 an ounce next year. Those with a more bearish take view fears over a world-wide financial armageddon abating as euro zone debt issues cool, taking away much of the impetus for the precious metal’s gains over the past year and to record highs in June.

Obviously, the analysts at Natixis aren’t privy to the knowledge held by Mr. Embry at Sprott Asset Management.

The firm’s chief investment strategist, John Embry, told Mineweb’s Gold Weekly podcast listeners Wednesday that if gold’s “not between $1,500 and $2,000 in the next 18 months, I’m dead wrong.”

Embry’s price forecast is based on a lack of optimism when it comes to any hope for a “sustainable economic recovery in the western world” and the belief that governments such as the US will resort to “throwing so much money at this, it’s going to make your head spin,” just to keep a lid on things.

China’s latest move to expand its gold market has also added to Embry’s extremely bullish price predictions.

“The Chinese were just out today [Tuesday] again with more suggestion that the public buy more and what have you, and basically physical gold is moving from the west to the east and when that process is largely finished, then the price is going to go nuts because gold always goes where wealth is being created and it’s most assuredly being created in the eastern world.”

Other analysts, while not so confident as Mr. Embry, are still bullish on gold. Matt Zeman, a metals trader at Chicago-based LaSalle Futures Group believes gold may hit $1,350 an ounce in the next few months.

However, Peter Hillyard, head of metal sales at Australia and New Zealand Banking Group, doesn’t view this week’s mini rally as the “springboard to $1,300 an ounce.” He expects further pullback this summer before a rally in the fall. “I’m one of those that believes that by year-end we will see gold with a $1,300-handle … that doesn’t mean that it can’t go back to $1,190 or $1,185 on its way there.”

Standard Bank analyst Walter de Wet sees gold moving to highs of $1,300 an ounce in the next 6 months given the high probability that the Fed will keep interest rates flat into the second half of next year.

For now, most analysts agree that with bargain buying and upcoming seasonal demand in India providing a floor, gold prices will continue to find support in the $1,170 to $1,180 an ounce range. While reports indicated that Indian gold imports were lower for June 2010 than for June 2009, causing some to worry high prices will further dampen demand from the world’s largest gold consumer, other analysts see buying interest from India stabilizing.

In the short-term, the precious metal is expected to face resistance in the $1,189 and $1,200 an ounce range.

A close above $1,225 an ounce is needed to really provide gold the momentum to rally to the $1,300 an ounce level many analysts are calling for.

UBS Lifts 2012 Gold-Price Outlook by 50% to $2,075 on ‘Explosive Cocktail’

/ /
UBS AG (UBSN) boosted its 2012 gold-price forecast by 50 percent, citing “ongoing global macroeconomic disappointments.”

The metal will average $2,075 an ounce next year, up from an earlier estimate of $1,380, the bank said today in a report. Prices will average $1,725 in 2013, compared with a previous forecast of $1,200, UBS analysts led by London-based Edel Tully said.

Bullion has surged 28 percent this year, touching a record $1,923.70 an ounce in New York yesterday, as escalating debt woes in Europe and the U.S. spurred concern that the global economy will falter, lifting demand for haven assets. Gold is in the 11th year of a bull market as record-low U.S. borrowing costs boosted demand for an inflation hedge.

“The maintenance of U.S. rates close to zero means that gold is not in competition with assets that offer yield,” UBS said. “Economic growth expectations globally are declining, high debt burdens in Europe will continue to hamper growth, and the risk of a U.S. recession is rising. All of these factors are individually positive for gold. Taken together, they are a potentially explosive cocktail.”

Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans said that the central bank should move “aggressively” to reduce unemployment and “seriously consider” further stimulus measures. The Fed has pledged to hold rates low for about two years. Unemployment has remained at around 9 percent or higher since April 2009.

Gold futures for December delivery fell $55.70, or 3 percent, to settle at $1,817.60 on the Comex in New York.

The metal will be “increasingly used as the line of defense against additional negative market outcomes,” UBS said. “Money will likely flow into the gold market over the months ahead and into 2012, and this should have significant price implications.”

To contact the reporter on this story: Millie Munshi in New York at mmunshi@bloomberg.net

To contact the editor responsible for this story: Steve Stroth at sstroth@bloomberg.net

Gold demand to strengthen by end 2011: WGC

/ /
By Svetlana Kovalyova

(Reuters) - Gold demand, which dropped in the second quarter of this year, is expected to strengthen by the end of 2011, driven by robust jewelry buying in India and China and recovery in investment demand, senior World Gold Council (WGC) officials said.

Overall gold demand fell 17 percent year-on-year in the three months from April to June to 919.8 tonnes, hammered by a sharp drop in investment demand which offset a tentative recovery in jewelry buying, the gold mining industry-funded WGC said in August.

In the third quarter, demand appears to have started to recover with increasing concerns about weakness of major global economies prompting investors to buy gold as safe haven while Asian consumers continued to splash out on jewelry, the WGC officials told Reuters on Friday.

"In the third quarter, we are going to see strong investment numbers, because of the European crisis, the debt downgrade in the United States and poor economic figures coming from the United States, which have created a concern in investors' mind that we may be heading back to another recession," WGC Managing Director for Investment Marcus Grubb said.

"It sends liquidity into gold," Grubb said in a telephone interview.

Gold-backed exchange-traded funds (ETFs), which experienced an 82 percent plunge in gold demand in the second quarter, have seen very large inflows in Europe and the United States at the beginning of the third quarter, Grubb said.

"We have not seen any significant redemptions so far," he said.

Economic gloom has also fueled investment into gold bars and coins on the western markets in the third quarter, he said.

Demand for gold bars and coins has been growing in Asian markets with concerns about inflation and a limited offer of alternative investment instruments pushing Indian and Chinese consumers to buy these gold products, Grubb said.

Central banks, which have purchased 198 tonnes of gold to boost reserves in the first six months of this year, have kept buying in the third quarter and are expected to continue this trend later in the year, he said.

Italy and other heavily indebted European countries are unlikely to turn to selling central bank gold to prop up budgets because the reserves are too small compared to their debt mountains and such moves would require considerable changes to local laws, he said.

EASTWARD SHIFT IN Jewelry DEMAND

Economic uncertainties will hit gold jewelry appetite in western markets where consumer demand has already weakened, David Lamb, WGC managing director for jewelry, told Reuters.

But jewelry buying in India and China -- which together account for 55 percent of global jewelry demand -- remains very strong in the short and longer term as the number of wealthy people is set to grow there, he said.

"If you add that up, because of the biggest and most dynamic move (in gold jewelry demand) eastwards, we think this year will show an overall positive trend," Lamb said.

High gold prices which have stormed a series of record highs this year have put off price-conscious consumers in the west and practically squeezed out gold jewelry from the low-end segments of the market there, but buying at the top end of the market has remained active, Lamb said.

"What is happening underneath is a significant tidal shift to the Asian markets, to India and China in particular, and gold rising upwards and disappearing from the mass merchandising in the west," he said.

Gold prices fell 2 percent on Friday, ending a volatile week when it traded in a near-$130 range, with traders blaming heavy fund liquidation of the metal on the New York futures market, and the downward move picking up momentum as sell stops were triggered.

But fundamentals of demand and supply remained bullish for gold, WGC's Grubb said.

"Against a very strong demand ... you also see a very slow increase in supply. I think it is very positive for the price," Grubb said, declining to give more precise forecasts.

(Editing by James Jukwey and Alison Birrane)

Another Useful Resource for All Trading Commodity Online (Gold Silver and Other)

/ /
Coal Investing News
Cobalt Investing News
Copper Investing News
Diamond Investing News
Gas Investing News
Gold Investing News
Heavy Oil Investing News
Iron Investing News
Lead Investing News
Lithium Investing News
Manganese Investing News
Moly Investing News
Nickel Investing News
Oil and Gas Investing News
Oil Investing News
Palladium Investing News
Platinum Investing News
Potash Investing News
Rare Earth Investing News
Resource Investing News
Silver Investing News
Tantalum Investing News
Tin Investing News
Tungsten Investing News
Uranium Investing News
Vanadium Investing News
Zinc Investing News

Silver Q4 Outlook

/ /
By Michael Montgomery—Exclusive to Silver investing News

The silver has made impressive gains since the downgrade of US debt renewed fears about the global economy. Now sitting at a price of $42.34 per ounce, nearly its highest level since April when silver nearly reached its historic $50 per ounce high. The main factor holding silver back from matching the run up in price seen in gold is the industrial component to silver’s demand. Investors fear that a slowing economy will dampen the industrial demand component to silver.

Both silver and gold have upside potential as the global economy is unlikely to make a dramatic turnaround by the end of Q4. This is a key factor behind some of the world’s largest banks to revise their price projections for silver in the coming months.

Ongoing economic concerns

On top of the downgrade of US debt, an unexpected rise in jobless claims, as well as mounting speculation surrounding another round of easing measures from the Federal Reserve have added to the recent rally in precious metals prices.

Gold and silver are “being lifted by expectations that the failure of the US economic recovery to gain traction will force the Federal Reserve to embark on a third round of quantitative easing, which essentially translates into printing money,” reported Jan Harvey for Reuters.

Loose monetary policy has been the single most powerful argument of gold and silver bugs since the economic collapse of 2008. If a third round of quantitative easing measures comes from the Fed, most analysts expect aggressive buying of silver and gold.

The Eurozone is no better off. The ECB lowered its growth forecasts, which sent European shares falling early in the week. Growing fears of a recession and more evidence of political disunity in the Euro zone hampers the regions ability to solve the debt crisis.

Price forecast

Recently, UBS upped its price forecast for silver and gold, but warned that a correction to the precious metals rally is an increasingly possible scenario. The bank noted that volatile trades may come with rising margin requirements in Chicago and Shanghai, as well as ahead of Ben Bernanke’s speech on Friday.

Edel Tully, an analyst with UBS commented, “those who have missed out on the last few hundred dollar rally in the gold price perhaps believe that gold is near its short-term peak. And instead of playing gold from the short side, they prefer buying silver.”

UBS raised its price forecast for silver for one month prices up from $35 per ounce to $46 per ounce, and three-month prices to $50 per ounce up from $33 previously. The key short term resistance level is the $44 per ounce mark. Silver yet to breakthrough $44 since pulling back from over the $48 highs in April.

For the long term, if silver can break through the $44 level, as UBS forecasts for the next month, then the $50 per ounce mark seems to still be the psychological resistance level for silver market observers.

One can only speculate what events will have to take place to break the high water mark for silver. The implementation of QE3 from the Fed? A meltdown of stock markets worldwide which would mark another economic collapse?

Regardless of the doomsday scenarios, the global economic recovery is not gaining traction. Further debt concerns and loose monetary policy will continue to support silver. If the key short term resistance level of $44 per ounce is breached, most analysts expect silver to continue upward to the $50 mark before significant profit taking occurs.

Salah-satu Alternative, Cara Menentukan Nilai TP untuk Buy Gold Silver dengan Fibo

/ Thursday, September 8, 2011 /
Banyak Jalan Untuk Penentu Nilai TP bagi EA HAS Ayahama ini :
  1. Dengan Berubahnya Trend di 1H = Itulah TP-nya EA HAS ini
  2. Atau Dengan batasan-batasan Fibo (High/Low = Support/Resistance) seperti yang akan saya coba uraikan berikut ini
Silahkan dipilih mana yang ter-enak menurut Selera kita masing-masing karena pada prinsipnya keduanya = sama = benar.



Dalam Rangka Forward Test EA : Heiken Ayahama EA

Dikarenakan saya seneng memperhatikan Fibo, maka kedepan bisa saja EA ini Saya pergunakan khusus untuk membantu saya dalam penempatan OP Buy saja (Tanpa TP dan Tanpa SL)

Selanjutnya, saya akan tentukan Nilai TP-nya = disesuaikan dengan batas-batas Fibo

Misalnya pada contoh garfik Silver dibawah ini :



Titik Resistance kuat yang terpantau di 4H Silver adalah di nilai 43.38

Maka, bisa saja saya menempatkan Nilai TP sebelum titik Penghambat tsb, misalnya saya coba tempatkan TP di 10 pips sebelum titik penghambat tsb, yaitu memasang TP di harga 43.28

Begitu pula, kondisinya di Gold :





Titik Resistance kuat (menurut pantauan Fibo) ada di harga 1919.80

Nah, bisa saja saya menempatkan Nilai TP di 500 pips sebelum titik penghambat tsb, misalnya, dalam contoh ini saya coba tempatkan TP di 1914.80

Pemerintah Sarankan Ekspor Emas Direm

/ Wednesday, September 7, 2011 /
Rabu, 07 September 2011

REUTERS/Petr Josek

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menyarankan agar perusahaan pertambangan mengerem ekspor emas. "Produksi emas jangan diekspor ke luar negeri," katanya di Jakarta, Rabu, 7 September 2011. Alasannya, lanjut Bambang, agar cadangan emas dalam negeri lebih kuat.

Bambang menilai tekanan emas terhadap inflasi bukan semata-mata dipicu oleh masyarakat yang berburu emas. "Itu karena harga emas di luar naik," ujarnya.

Menurutnya situasi seperti ini belum pernah terjadi. Bambang memprediksi situasi ini akan segera berakhir. "Ini lebih karena gejolak dunia," katanya.

Emas menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 0,19 persen dari inflasi sebesar 0,93 pada Agustus lalu.

Pemicunya adalah harga emas yang naik. Harga emas mencetak rekor tertinggi. Harga logam mulia ini melambung tinggi di atas US$ 1.920 per troy ounce untuk pengiriman Oktober mendatang.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan menyarankan Bank Indonesia menambah cadangan devisa dalam bentuk logam emas. Menurutnya, negara yang lebih rajin memperkuat cadangan emasnya menunjukkan visi jangka panjang mempertahankan perekonomian mereka.

Sebagai negara dengan sumber tambang emas besar, kata Rusman, pemerintah semestinya lebih mudah mengendalikan. Bisa saja, Bank Indonesia membeli terlebih dahulu emas dari pertambangan dalam negeri sebelum diekspor ke luar. Pembelian bisa dilakukan sepanjang harganya tidak terlalu merugikan perusahaan tambang.

Beberapa bank sentral memborong emas sebagai diversifikasi cadangan devisa. Namun, Gubernur Bank Indonesai Darmin Nasution mengatakan tidak ikut tren bank-bank tersebut.

Darmin mengakui bank sentral sudah sejak 1-2 tahun yang lalu menjadikan komoditi emas sebagai salah satu bagian dari diversifikasi cadangan devisa. Bahkan dibanding negara lain, cadangan emas Bank Indonesia lebih besar.

Bank Indonesia, lanjut Darmin, lebih menambah cadangan devisa non-dolar Amerika Serikat. AKBAR TRI KURNIAWAN

Emas Ajang Investasi Paling Aman

/ /
Oleh : Bachtiar Adamy

EMAS. Tak ada yang tak mengenal dengan emas. Sejak zaman dulu komoditas bernilai tinggi ini sudah menjadi lambang kekayaan bagi seseorang yang menyimpan logam mulia ini.

Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita. Apalagi pedagang, jika ada laba misalnya dari dagangannya pasti menyisihkan untuk membeli emas sebagai cadangan modal.

Masih ingat di zaman perintis kemerdekaan saudagar-saudagar Aceh menjual emas simpanannya untuk membeli sebuah pesawat terbang (Seulawah) lantas disumbangkan bagi kepentingan perjuangan merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajah.

Tulus

Presiden Soekarno menyambut hangat atas ketulusan rakyat Aceh demi tanah tumpah darah, tanah air tercinta. Itu fakta sejarah yang tak bisa dipungkiri.

Meski tak bisa lepas dengan catatan sejarah. Zaman terus berkembang dengan berbagai perubahan. Namun yang namanya emas tetap saja emas.

Belakangan ini emas kembali jadi buah bibir di tengah masyarakat menyusul harga logam mulia ini semakin berkilau.

Lihat saja di etalase toko emas terdapat berbagai jenis barang perhiasan. Begitu menarik diukir para perajin profesional. Sekarang harga emas di pasaran sudah lebih setengah juta rupiah/gram.

Kenapa harga emas terus menjulang? Emas bukan lagi sekadar untuk digunakan sebagai barang perhiasan terutama bagi kaum ibu. Tapi sudah menjadi komoditas bisnis yang penuh spekulatif.

Masih terngiang di telinga kita krisis ekonomi 2008 lalu harga saham sempat berguguran ke level paling rendah. Tapi bayangkan harga emas tetap saja normal atau melejit.

Lantas setelah tiga tahun krisis berlalu. Kini muncul isu perekonomian global memasuki zona bahaya baru.

Akibat krisis keuangan Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan dilaporkan perbankan Eropa seperti di Perancis kesulitan berkiprah.

Akankah muncul krisis jilid II. Bank Dunia memang sudah memperingatkan tentang bahaya tersebut agar negara lain cepat mengantisipasi dengan kebijakannya sendiri.

Kekuatiran itu menjalar di benak para investor. Mereka mengalihkan sebagian investasinya dari bursa saham ke emas karena dinilai aman.

Seperti diungkapkan Franky, pemilik Toko Emas di Kesawan Medan. Logam mulia ini lebih serasi bagi investasi karena nilainya lebih nyata maupun harganya lebih terjamin aman.

"Berbeda dengan saham atau surat berharga lainnya produk sebuah perusahaan. Emas berbentuk barang bisa disimpan sepanjang masa. Gampang digadai atau dijual kapan saja kalau lagi membutuh uang tanpa memandang dari perusahaan mana kita membeli emas tersebut", tutur Dayan Sutomo, Ketua Komite Tetap Sentra UMKM Kadinsu.

Emas sudah menyatu dalam kehidupan dan peradaban manusia. Negara-negara kaya minyak sudah pasti menyimpan emas sebagai cadangan devisanya. Seperti halnya Saudi Arabia sebut H Hermansyah,SE, bahkan negara kerajaan itu mencetak mata uangnya (Dinar) dari emas. Barangkali itu sebabnya harga barang di Arab Saudi tidak gonjang-ganjing.

Jika ancaman krisis keuangan Eropa dan Amerika Serikat berimbas lebih luas, Dayan memprediksikan investor berinvestasi di logam mulia. Jadi, emas merupakan ajang investasi yang paling aman saat ini.

Bahkan sekarang ajang bisnis emas bukan cuma di Pegadaian. Perbankan Syariah mulai berbisnis dengan emas. Lihat saja salah satu produk perbankan syariah berbasis emas. Itu setelah terbit kebijakan pemerintah yang membolehkan bank menjalankan bisnis tersebut.

Seperti halnya Bank BRISyariah memiliki produk unggulan Kepemilikan Logam Mulia atau KLM. Ini sebagai pelindung nilai aset dengan emas dalam sistem perbankan nasional.

"Sebelumnya bank syariah ini mengembangkan produk Gadai (pinjaman dalam bentuk gadai emas untuk kebutuhan konsumtif dan modal kerja)", jelas Ridwan Muchlis, Pimpinan BRI Syariah Kantor Cabang Induk Medan.

Tak heran, emas dalam jangka panjang harganya naik. Bukan hanya berfungsi sebagai lindung nilai aset nasabah. Logam mulia ini menurut Ridwan juga memiliki manfaat sebagai lindung nilai terhadap aset seiring kontinuitas kenaikan harga emas dari tahun ke tahun.

Alternatif

Emas merupakan alternatif lindung nilai yang aman untuk menjaga portofolio aset dan sangat likuid.

Fungsi lindung emas bisa dilihat sebut Ridwan dari fakta biaya menunaikan ibadah haji. Pada 1997 biaya haji membutuhkan 310 gram emas. Namun pada 2007 turun menjadi 145 gram emas. Pada 2010 turun lagi menjadi 95 gram emas sudah bisa berhaji.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan nilai uang kertas di mana biaya haji selalu meningkat dari tahun ke tahun jika menggunakan standar uang kertas (misalnya Rupiah).

Silver - The Perfect Alternative to Gold

/ Tuesday, September 6, 2011 /
By Melissa Pistilli

Exclusive to Silver Investing News

The price of silver has closely tracked that of gold during the yellow metal’s recent bull run. Silver’s role as a precious metal has, at times, eclipsed any price negative news impacting much of the industrial commodities, a sector responsible for the majority silver demand.

Silver benefits from gold’s rising prices largely because investors, whether in the paper or the physical markets, view it as an attractive leveraged play on gold. Silver offers exposure to the rising demand for safe haven assets at a cheaper price, earning it the moniker “poor man’s gold.”

Of course, choosing silver as an alternative to gold has its risks, especially since the white metal isn’t entirely a precious metal. Silver’s price movements can be heavily impacted by favorable or unfavorable market sentiments regarding the health of the industrial sector, making the silver market highly volatile and prone to large swings in prices—it isn’t called “the devil’s metal” for nothing, as Mineweb’s Lawrence Williams points out.

“Silver has been showing its two faces which have been working against each other in the most recent environment,” writes Williams. “It is considered both a precious metal with monetary overtones and also an industrial metal – two faces controlling its investment parameters.”

A prime example of the risks silver’s volatility poses for investors is the shock the silver market experienced in May as the price plunged from the nearly $50 an ounce to around $39, the biggest three-day drop since 1983, before slipping even further to $34 an ounce, as new margin requirements prompted investors to sell in droves.

Worth the risk?

In spite of the risks, many investors still find silver an attractive investment as it has the potential to bring far greater return on investment. The ROI for silver can surpass gold exponentially, as price movements over the last year have shown. From August 31, 2010, the price of silver year-over-year gained 115 percent compared to 47 percent for gold; meaning, that one hundred ounces of gold you bought last year for $124,770 made you $57,750 if you sold it one year later. However, you could have put that $124K all into silver and made nearly $143K for a total ROI of 147 percent more than your return on gold.

Over this next year, analysts expect gold prices to reach even higher and for silver to continue outperforming gold. “When we look at gold versus silver, we feel that silver prices are going to enjoy more of a gain over the next year or so. I think by the middle of next year silver will be sitting at around $80,” TS Capital CEO David Stroud told Bloomberg Television earlier this month, calling silver “the perfect alternative” to gold.

Asian investors think so . . .

According to the World Silver Survey 2011— produced for the Silver Institute by GFMS — world investment in silver rose 40 percent in 2010 to a new record high of 279.3 million ounces, with major demand coming from silver-backed ETFs and the physical markets.

Strong demand from Asian markets is a large factor in this growth with import levels reaching record highs.

Silver’s allure as a cheaper alternative to safe haven gold is especially attractive to the growing middle class in China and India, as well as those who have traditionally used gold as a store of wealth but now find it much to costly at today’s prices.

Demand for silver in China grew by 67 percent between 2008 and 2010, according to the Hong Kong Mercantile Exchange, which recently began trading US dollar and Yuan denominated silver futures contracts due to the amazing growth in silver investment demand.

Growth in demand from this region, especially in the physical markets, is expected to grow another 30 percent this year. “Physical silver bar hoarding will continue to gain momentum, because Asian, in particular Chinese, investors have a preference for physical rather than futures-based holdings in precious markets,” said Mark Pervan Global Head of Commodity Research at ANZ.

Silver demand from India, the world’s fourth largest consumer of the metal, is expected to do well in 2011 and in 2012 as healthy monsoon seasons are increasing the purchasing power of rural Indian farmers who account for 60 percent of India’s total silver demand.

. . . and so does Eric Sprott

Silver’s cheaper cost and potential for greater returns relative to gold also leads investors to exchange gold for silver holdings, as Eric Sprott’s charitable organization, the Sprott Foundation did earlier this month. The Foundation sold two million units of gold holdings and used the proceeds to purchase silver.

Sprott, who has called silver “the investment of this decade,” is among the silver bulls who believe the gold:silver ratio—currently at around 1:44 — is on its way to falling back towards the historical level of 16:1 meaning silver is headed for over $100 an ounce in the near future.

Most Silver Investing News readers would agree with Sprott. According to a reader poll conducted a few weeks ago, over 45 percent of the 753 respondents believe silver could reach $100 an ounce by Q2 2012, with another nearly 40 percent saying silver will reach that level over the next few years. Some silver bugs, nearly 10 percent of readers polled, are betting on the white metal reaching the triple digits by the end of this year.
 
Copyright © 2010-2011 Ayahama's Update on Trading Commodities Gold and Silver, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger